Provinsi Khusus Natuna

Insiden kapal nelayan Cina menerobos perairan Natuna telah menimbulkan keributan di jagad informasi Indonesia. Sejumlah pihak mempertanyakan komitmen Indonesia di laut yang memiliki potensi ekonomi terbesar ini. Jalur pelayaran niaga tersibuk ketiga di dunia dengan nilai trilyunan dolar ini, selain kaya ikan, juga kaya cadangan migas.
Di tengah-tengah kesibukan tersebut, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengusulkan Provinsi Khusus Natuna. Usul tersebut katanya telah disampaikan kepada Jokowi melalui KSP Moeldoko.

  1. Geografi
  2. Demografi
  3. Ibukota
  4. Sumber

Geografi

Natuna merupakan bagian wilayah Indonesia yang memiliki kondisi geografi khusus yang tidak dimiliki oleh bagian manapun wilayah Indonesia. Selain kekayaan alamnya yang berupa ikan,lobster,kerang dan sumber daya hayati lautan lainnya, Natuna juga memiliki cadangan migas yang besar. Selain itu wilayah ini juga memiliki geostrategis karena berada pada jalur pelayaran niaga tersibuk dunia.

Natuna terletak di tengah-tengah negara-negara ASEAN selain Laos dan Myanmar. Natuna berseberangan dengan Vietnam, Kamboja, Thailand, Singapura, Malaysia, Brunei dan Filipina serta Taiwan dan Cina.

Natuna sendiri merupakan pecahan dari kawedanan Pulau Tujuh yang terdiri dari tiga kepulauan besar, yakni Kepulauan Natuna, Kepulauan Anambas dan Kepulauan Tambelan. Masing-masing kepulauan ini memiliki jarak yang jauh, yakni :

  1. Kepulauan Riau Anambas 114 Mil Laut
  2. Anambas Natuna 116 Mil Laut
  3. Tambelan Natuna 169 mil laut
  4. Tambelan Kepulauan Riau 174 mil laut
  5. Tambelan Anambas 149 mil laut
  6. Natuna Laut Spratly 175 mil laut

Peta Natuna

Sumber : https://sula.ghobro.com

Demografi

Berdasarkan data BPS Tahun 2019, penduduk Pulau Tujuh terdiri dari laki-laki 64.012 jiwa dan perempuan 60.420 jiwa, total 124.432 jiwa.

  1. Kepulauan Tambelan, penduduk laki-laki 2.841 jiwa, perempuan 2.696 jiwa, total 5.537 jiwa.
  2. Kepulauan Anambas, penduduk laki-laki 21.589 jiwa, perempuan 20.338 jiwa, total 41.927 jiwa.
  3. Kepulauan Natuna, penduduk laki-laki 39.582 jiwa, perempuan 37.386 jiwa, total 76.968 jiwa

Ibukota

Kabupaten Natuna merupakan pemekaran dari Kabupaten Kepulauan Riau yang dibentuk dari empat kawedanan yakni :

  1. Kawedanan Tanjungpinang yang sekarang terdiri dari Kabupaten Bintan (selain Tambelan), Kota Tanjungpinang dan Kota Batam.
  2. Kawedanan Karimun yang sekarang menjadi Kabupaten Karimun.
  3. Kawedanan Lingga yang sekarang menjadi Kabupaten Lingga
  4. Kawedanan Pulau Tujuh yang sekarang menjadi Kecamatan Tambelan Kabupaten Bintan, Kabupaten Anambas dan Kabupaten Natuna

Semenjak pemerintahan Johor hingga sekarang, telah ada tiga tempat yang menjadi ibukota Pulau Tujuh dan Natuna, yakni :

  1. Tambelan, menjadi tempat kedudukan Timbalan Sultan Johor yang mewakili Sultan Johor untuk wilayah Pulau Tujuh
  2. Tarempa, menjadi ibukota Kawedanan Pulau Tujuh sebelum dibubarkan.
  3. Ranai, menjadi ibukota Kabupaten Natuna

Pemilihan Ranai menjadi ibukota mendapat penolakan dari masyarakat Anambas dan Tambelan karena faktor jarak tempuh. Tambelan memutuskan untuk tetap di kabupaten induk, sementara Anambas kemudian memilih membentuk kabupaten tersendiri.

Apakah Provinsi khusus Natuna yang diusulkan hanya akan terdiri dari Kabupaten Natuna yang terdiri dari 15 kecamatan dan kemudian mungkin diusulkan dimekarkan menjadi 3 (tiga)kabupaten atau meliputi pula Kabupaten Anambas. Jika menyertai Anambas, maka kemungkinan 2 (dua) usulan Provinsi Khusus Maritim Strategis akan muncul.

Sumber Bacaan

    1. Kabupaten Anambas dalam Angka 2019, BPS
    2. Kabupaten Natuna dalam Angka 2019, BPS
    3. Kabupaten Bintan dalam Angka 2019, BPS