Perjalanan I Tsing

Salah satu sumber sejarah mengenai Indonesia adalah I Tsing. Bagaimana rute perjalanannya?
“Ketika angin timur laut mulai bertiup, kami berlayar meninggalkan KANTON menuju selatan . Setelah lebih kurang 20 hari berlayar, kami sampai di negeri SRIWIJAYA. Di sana saya berdiam selama 6 bulan untuk belajar Sabdawidya. Sri Baginda sangat baik kepada saya. Beliau menolong mengirimkan saya ke negeri MALAYU, di mana saya singgah selama 2 bulan. Kemudian saya kembali meneruskan pelayaran ke Kedah …. Berlayar dari Kedah menuju utara lebih dari 10 hari, kami sampai di Kepulauan Orang Telanjang (Nikobar). Dari sini berlayar ke arah barat laut selama setengah bulan (lk 15 hari), lalu kami sampai di Tamralipti (pantai timur India)” — thn 671, I Tsing
“Tamralipti adalah tempat kami naik kapal jika akan kembali ke Cina. Berlayar dari sini menuju tenggara, dalam 2 bulan kami sampai di Kedah. Tempat ini sekarang menjadi kepunyaan SRIWIJAYA. Saat kapal tiba adalah bulan pertama atau kedua …. Kami tinggal di Kedah sampai musim dingin, lalu naik kapal ke arah selatan. Setelah kira-kira 1 bulan, kami sampai di negeri MALAYU, yang sekarang menjadi bagian SRIWIJAYA. Kapal-kapal umumnya juga tiba pada bulan pertama atau kedua. Kapal-kapal itu senantiasa tinggal di Malayu sampai pertengahan musim panas, lalu mereka berlayar ke arah utara, dan mencapai Kanton dalam waktu 1 bulan.” — 685, I Tsing