Putra-putra Ampu Jatmaka mencari raja manusia

Setelah penaklukan negeri-negeri sakai Banua Lima, Ampu Jatmaka menata astilah takhta kerajaan Nagara Dipa. Setelah selesai penataan itu, Ampu Jatmaka menyuruh jemput keluarga dan harta-hartanya yang tinggal di Negeri Keling kepada Anakoda Lampung. Dari 4.000 keluarga Ampu Jatmaka hanya 2.000 yang tiba di Negara Dipa karena sebagian perahunya terkena topan di Sagara Kidul.
Ampu Jatmaka kemudian mengutus Wiramarta ke Cina untuk meminjam tukang pembuat berhala gangsa karena dikhawatirkan berhala cendana akan buruk dimakan usia.Rajaduta Nagara Dipa, Wiramarta berhasil membawa pulang 10 orang pandai berhala dari Cina. Setelah berhala gangsa jadi, berhala cendana dibuang ke laut.
Ampu Jatmaka meninggal dengan wasiat agar Ampu Mandastana dan Lambu Mangkurat tidak menjadi raja, membuang berhala ke laut dan menggantikannya dengan raja manusia. Ampu Mandastana bertapa ke bukit, Lambu Mangkurat bertapa ke laut. Hendaknya astilah tahta perintah kerajaan menurut Majapahit dipertahankan.
Ampu Mandastana bertapa di tiap-tiap kayu besar, gua dan gunung. Lembu Mangkurat bertapa di tiap-tiap lubuk dan liang. Dua tiga tahun bertapa tiada hasil. Menurut petunjuk ayahnya dalam mimpi, Lambu Mangkurat kemudian bertapa di Lubuk Bargaja. Maka kemudian Lambu Mangkurat menemukan Puteri Junjung Buih yang menolak dirajakan di candi bekas berhala, tetapi minta buatkan mahligai baru.