Ringkasan Hikayat Kotawaringin

Hikayat Kotawaringin merupakan tambahan dan modifikasi dari Hikayat Banjar, judul aslinya “Hikayat Cerita Raja Banjar dan Raja Kota Waringin”. Hikayat Kotawaringin dikenali sebagai Hikayat Banjar Resensi II, sementara Hikayat Banjar sebagai Hikayat Banjar Resensi I.

Ampu Jatmaka mendirikan Negara Dipa

Di negeri Keling ada saudagar kaya yang bernama Saudagar Mangkubumi. Anaknya bernama Ampu Jatmaka. Istrinya Sita Rara. Istri Ampu Jatmaka bernama Sari Manguntu, sedangkan anaknya dua orang, masing-masing Ampu Mandastana dan Lambu Mangkurat.
Saat menjelang meninggal, Saudagar Mangkubumi berwasiat kepada Ampu Jatmaka, agar meninggalkan negeri Keling sebab di negeri Keling sudah banyak orang besar, jika menjadi orang besar keluarlah dari negeri.
Ampu Jatmaka memiliki hulubalang asal, Aria Megatsari sebagai penganan kerja, Tumanggung Tatah Jiwa sebagai pengiwa kerja memerintah dan Wiramarta sebagai juru dagang.Kapalnya bernama Prabayaksa. Sepeninggal ayahnya, Ampu Jatmaka berlayar hingga tiba di Laut Hujung Tanah. Di sana ia berlabuh.
Ampu Jatmaka dan rombongannya kemudian bertebas, membuat candi dan istana dari bahan batu yang dibawanya dari negeri Keling. Setelah negeri itu jadi, oleh Ampu Jatmaka, negeri itu diberi nama Negara Dipa, dan kemudian ia menggelarkan dirinya Maharaja di Candi.