Silsilah Raja-Raja Melayu Tigabuana (San fo chih : Palembang, Bintan, Singapura)

Silsilah raja-raja Melayu Tigabuana sebagai berikut ;

  1. Nila Utama Seri Teribuana (Palembang , Bintan, Singapura (Tumasik)
  2. Raja Kecil Besar Paduka Seri Pakramawira menikahi putri Raja Jambuga Rama Mudaliar (Puteri Nila Pancadi). Berhadapan dengan Ratu Majapahit Raden Inu Mertawangsa putra Puteri Ratna Dewi putri Bicitram Syah. Armada laut Singapura yang berpengalaman mengalahkan armada Majapahit yang dipimpin Demang Wiraraja yang kurang berpengalaman di laut.
  3. Raja Muda Seri Rakna Wikrama. Kepala Badang memecahkan batu di Sayung jadi Batu Belah.Badang mengalahkan pahlawan Keling: Nadi Bija Diakra. Badang mengalahkan pahlawan Perlak: Benderang yang diutus mangkubumi Perlak : Tun Perpatih Pandak.Badang meninggal, Raja Keling mengirim nisan untuk kuburan Badang di Pulau Buru Karimun.
  4. Damia Raja Paduka Seri Maharaja. Sultan Muhammad, raja Mu’tabari dan Syekh Ismail utusan Syarif Makkah mengislamkan Fansuri, Lamiri, Haru dan Perlak. Merah Silu dirajakan di Semundra dengan gelar Sultan Malikus Saleh. Seri Kaya diberi nama Sidi Ali Ghiathu’din, Bawa Kaya Sidi Asma Yaumi’d Din. Tun Perpatih Pandak mengantar Puteri Ganggang, anak gundik Raja Perlak yang dipilih oleh Bawa Kaya dan Seri Kaya menjadi permaisuri Sultan Malikus Saleh dan melahirkan Sultan Malikul Tahir dan Sultan Malikul Mansur. Sultan Malikul Tahir besar, Perlak kalah oleh musuh dari seberang dan orang Perlak pindah ke Semundra. Sultan Malikus Saleh mendirikan Pasai dan mengangkat Malikul Tahir sebagai rajanya. Seri Kaya menjadi mangkubuminya.Awi Dicu, utusan Raja Syahrun Nuwi menipu dan menawan Raja Pasai. Seri Kaya membebaskannya dengan keajaiban hikmat sepasang itik emas persembahannya yang dapat berenang dan menyelam yang mengherankan Raja Syahrun Nuwi. Malikul Mansur mengambil Dayang Malikul Tahir. Tun Perpatih Tulus Tukang Segara menggantikan Seri Kaya jadi mangkubumi Malikul Tahir.Dalam peristiwa khitanan Sultan Ahmad putra Malikul Tahir, Malikul Tahir dan Bawa Kaya ditangkap. Bawa Kaya tidak mau bercerai dengan Malikul Mansur meski diancam penggal. Bawa Kaya akhirnya dikerat, kepalanya dibuang ke laut, badannya disulakan di kapal Pasai.Malikul Mansur dibawa berperahu di Manjung. Di timur Jambu Air, kepala Bawa Kaya lekat pada kemudi. Setelah memandang kepala Bawa Kaya, Malikul Mansur memandang ke darat dan bertitah Padang Maya ini dan negeri itu pun disebut Padang Maya. Malikul Mansur memohon badan Bawa Kaya ke Malikul Tahir, kemudian menanamkannya di Padang Maya. Tiga tahun kemudian, Malikul Tahir menyesal, karena perempuan saudara diturunkan dari tahta, menterinya dibunuh. Malikul Mansur dijemput di Manjung. Naik ke darat di Padang Maya, menziarahi makam Bawa Kaya.Diajak tinggal oleh Bawa Kaya dari dalam kubur, dan dikuburkan Malikul Mansur di sisi Bawa Kaya. Tiga sahabat dari atas angin yang turun ke pasai, satu orang ke Samarlanga jadi Tuan Samarlanga, satu ke Bunguran jadi Tuan Bunguran, Tun Jana Khatib ke Singapura. Saat Tuna Jana Khatib di pagar istana raja di Pekan Singapura, membelah dua pohon pinang gading dengan tilikannya karena ada seorang perempuan dilindungi pohon itu. Paduka Seri Maharaja murka, Tun Jana Khatib disuruh tikam, titik darahnya setitik, badannya raib. Oleh perempuan pembuat bikang, darah setitik itu ditutupnya dengan tudung bikang, tutup bikang itu menjadi batu, perempuan itu menjadi kaya. Diceritakan, badan Jana Khatib terhantar ke Lengkawi dan ditanam di sana. Singapura kemudian diserang ikan todak. Seorang budak membuat ide memagar dengan batang pisang. Takut akal budak itu kalau besar, budak itu dibunuh.
  5. Raja Iskandarsyah.memperistri putri Tun Perpatih Tulus beranak Raja Ahmad gelar Raja Besar Muda yang dinikahkan dengan putri Raja Kota Mahligai, Tuan Puteri Kamarul Ajaib. Raja Iskandarsyah mempercanggaikan di ujung pasar gundiknya terkasih anak Bendahari Sang Rajuna Tapa asal Singapura dari perkawinannya dengan pedayangan dari Palembang yang difitnah  berbuat jahat. Sang Rajun Tapa malu dan mengirim surat ke Majapahit, bersedia belot.Pasukan Majapahit dengan panglima Demang Mangkunegara menyerang. Setelah sebulan bertahan, Sang Rajuna Tapa mengatakan beras habis. Setelah rakyat Singapura letih kelaparan, Sang Rajuna Tapa membuka pintu gerbang. Raja berundur ke Seletar. Sang Rajuna Tapa saat mengambil beras selepas raja berundur terjatuh ke parit. Laki bini kemudian menjadi batu. Diceritakan : “Sebatang pohon jambu laut tempat rakyat Jawa menyandarkan tombaknya condong, saat Raja Aceh mengalahkan negeri raja itu, pohon jambu itu ditebangnya. “ Raja Iskandarsyah hampir Hulu Muar membuat negeri, malam hari biawak datang beribu-ribu. Negeri itu kemudian jadi busuk mayat biawak, disebut Biawak Busuk. Kemudian membuat negeri ke Sirupang Ujong, apabila malam menjadi buruk, maka disebut Kota Buruk.Berjalan ke Seriing Ujung. Di negeri itu ditinggalkan seorang menteri.Sampai ke sungai Bertam yang kualanya berbukit. Bersandar di kayu Melaka, menyuruh orang berburu, terjun anjing dihambat pelanduk. Maka titah raja, ini tempat yang baik berbuat negeri, pelanduk saja menghambat anjing, apalagi orang. Baginda di Singapura 32 tahun.semayam di Malaka tiga tahun.
  6. Raja Besar Muda.beranak tiga orang Raden Bagus, Raden Tengah dan Raden Anum, ketiganya dinikahkan dengan anak Tun Perpatih Tulus. Setelah Tun Perpatih Tulus mangkat, Raden Bagus menjadi Bendahara dengan gelar Tun Perpatih Permuka Berjajar.
  7. Raja Tengah.
  8. Raja Kecil Besar Sultan Muhammad Syah beristrikan anak Tun Perpatih Permuka Berjajar beranak Raja Kecil Lambang dan Raja Mahkota.Raja Kecil Besar masuk islam.Turun makhdum dari Jeddah : Syed Abdul Aziz. Bendahara bergelar Seri Wak Raja. Raden Anum menjadi Perdana Menteri bergelar Seri Amar Diraja. Tun Perpatih Besar anak Tun Perpatih Permuka Berjajar jadi Bendahara. Raja Kecil Muda anak Seri Teri Buana jadi Penghulu Bendahari bergelar Seri Naradiraja beranak perempuan Tun Rana Sendari