Bulan Sabit yang Subur

Pada tahun 1916, James Henry Breasted, ahli Mesir (Egyptologys) dari Universitas Chicago menulis buku “Ancient Times: A History of the Early World”. Dalam bukunya tersebut, ia menuliskan “bulan sabit yang subur, tepi teluk gurun“. Sejak itulah, dianggap, istilah Bulan Sabit yang Subur menjadi populer.

  1. Geografi
  2. Geostrategis
  3. Peradaban

 

Kondisi geografis bulan sabit yang subur

Bulan sabit yang subur mengacu pada daerah setengah lingkaran di wilayah Mediterania Timur.

Peta Bulan Sabit Yang Subur Peta Bulan Sabit yang Subur

Sumber Peta :https://sula.ghobro.com

Wilayah ini secara geologis merupakan persimpangan lempeng tektonik Afrika, Iran dan Arab; terdiri dari Lembah-lembah Sungai Nil, Efrat dan Tigris, serta pesisir timur Laut Mediterania.  Sebelah selatan dari wilayah ini adalah Gurun Arab,  sebelah tenggara Teluk Persia dan sebelah barat Laut Mediterania. Sekarang merupakan bagian dari  negara modern Israel, Libanon, Yordania, Suriah, Irak dan Mesir.

Bulan sabit yang subur merupakan pinggiran subur dari dua gurun : Gurun Sahara dan setengah lingkaran berbentuk bulan sabit yang dijepit Pegunungan Atlas Anatolia dan Gurun Sinai Arab.

Strategisnya Kedudukan Bulan Sabit Yang Subur

Bulan sabit yang subur merupakan bagian penting dalam pertempuran Perang Dunia I 1916. Wilayah ini merupakan tempat pertarungan pengembara padang pasir dengan orang-orang tangguh di pegunungan utara dan timur, sebuah konsep imperalis yang dibangun di atas pertarungan Habil sang petani dengan Qabil si pemburu.

Saat jatuhnya kekaisaran Romawi, sebagian besar peradaban Bulan Sabit Subur runtuh. Tanah yang subur menjadi gurun akibat perubahan iklim dan bendungan yang dibangun di seluruh wilayah.  Wilayah yang sekarang disebut Timur Tengah adalah salah satu yang paling kejam di dunia, karena perang atas minyak, tanah, agama dan kekuasaan terus berlanjut.

 Peradaban

Kawasan Bulan Sabit yang subur sering dirujuk sebagai tempat lahirnya peradaban. Kajian arkeologi menunjukkan bahwa domestikasi tanaman dan hewan terjadi di pegunungan yang berdekatan dan dataran di luar batas kawasan, tidak di dalamnya. Ada banyak tanaman dan hewan yang tersedia bagi penduduk tanpa menjinakkannya. Sementara di luarnya, gandum, jelai, domba, kambing dan babi perlu didomestikasi karena sumber daya lebih sulit didapat.

Pemukiman permanen tertua terjadi di luar bulan sabit yang subur yakni di selatan – tengah Turki antara 7.400 SM sampai dengan 6.200 SM. Selain Jericho, pemukiman-pemukiman permanen di kawasan Bulan Sabit Subur berusia lebih muda. Kota-kota Sumeria awal seperti Eridu dan Uruk mulai berkembang 6.000 tahun yang lalu. Pot, hiasan dinding, vas berdekorasi pertama dan bir yang diseduh pertama di dunia hadir. Perdagangan komersial dimulai dengan sungai sebagai jalan raya. Kuil-kuil dekoratif dibangun untuk menghormati dewa-dewa yang berbeda.

Peradaban besar muncul dari Bulan Sabit yang subur sekitar 2.500 SM. Babil menjadi pusat pembelajaran, hukum, sains, matematika dan seni. Kerajaan-kerajaan muncul di Mesir, Mesopotamia dan Funisia. Versi pertama dari alkitab tentan Ibrahim dan Nuh sebagai buku tertua ditulis sekitar 1.900 SM.