Kajian tentang tiga Teori Asal Usul Bangsa Indonesia praHindu

Ada tiga teori tentang asal usul bangsa Indonesia praHindu, yakni out of Yunan, out of Taiwan dan out of Afrika. Bagaimana kebenaran teori tersebut?

Teori Kebudayaan

Teori pertama tentang asal usul bangsa Indonesia adalah out of Yunan yang dikemukakan oleh Robern Barron von Heine Geldern (1885-1968), arkeolog Austria. Berdasarkan teori tersebut, terjadi migrasi dari Asia sebelah Utara menuju ke Asia sebelah selatan yang kemudian menyebar ke Madagaskar (Afrika), Pulau Paskah (Chili), Taiwan dan Selandia Baru. Dasar dari teori ini adalah tinggalan budaya megalitik di Asia Tenggara dan beberapa wilayah di Pasifik.
Sanggahan:
Catatan-catatan sejarah di Kalimantan, Sulawesi bagian utara dan Sumatera bertentangan dengan teori ini.

Teori Bahasa (Linguistik)

Teori kedua tentang asal usul bangsa Indonesia adalah out of Taiwan yang dikemukakan oleh Harry Truman Simanjuntak. Berdasarkan teori tersebut, terjadi migrasi dari Taiwan menuju Filipina ke Pasifik dan Indonesia . Dasar dari teori ini adalah tinggalan bahasa di pulau Tawian yang dianggap lebih tua dari bahasa-bahasa Austronesia.
Sanggahan:
Ada pendapat baru tentang bahasa-bahasa di Taiwan yang secara garis besarnya membagi bahasa di pulau Taiwan menjadi tiga kelompok, yakni bahasa-bahasa utara (Atayal, Saisiyat) terpisah dari bahasa-bahasa selatan (Puyuma, Rukai dan Paiwan) dan bahasa-bahasa Timur (Ami dan Tao).
Bahasa-bahasa Timur seperti Yami dan Kavalan berkemungkinan merupakan pengaruh dari migran dari Luzon Pilipina yang mencapai Lan Yu dan kemudian mendiami pesisir timur.
Penelitian genetika menunjukkan bahwa ada perbedaan yang tinggi antara penduduk utara dan selatan Taiwan.

Teori Keturunan (Genetika)

Teori ketiga tentang asal usul bangsa Indonesia adalah out of Afrika berdasarkan hipotesa Charles Darwin dalam bukunya Descent of Man (1871). Berdasarkan teori tersebut, manusia berasal dari asal usul tunggal yakni diturunkan dari kera berotak kecil dari Afrika.
Teori ini diperbaiki oleh Chris Stinger dengan teorinya Recent African Origin(RAO). Menurutnya manusia modern berasal dari homo sapiens dari Afrika. Asumsinya : Homo Sapiens murni berasal dari Afrika. Sedangkan Eurasia dan Australasia merupakan campuran Homo Sapiens dengan Neanderthal serta Denisovans.
Berdasarkan dari teori Darwin ini, diselenggarakan penelitian genetika yang menghasilkan Teori Migrasi Pesisir (Coastal Migration Theory). Berdasarkan teori ini, manusia menyusur dari pesisir Afrika Timur ke timur Afrika utara, Semenanjung Arabia, India, Asia Tenggara, pesisir Cina, Jepang, Laut Bering, Alaska, pesisir barat Amerika Utara, Amerika Tengah.
Sanggahan:
Teori ini mendapatkan sanggahan dari Russel Wallace yang membantu Darwin dalam menyusun Origin of Species.Ernst Haeckel, biolog Jerman mengatakan perilaku manusia justeru lebih dekat dengan primata yang ada di Asia Tenggara. Manusia dan orang utan masih satu famili Hominidae dengan kesamaan DNA 96,4%. Hominidae lain, simpanse memiliki kesamaan DNA dengan manusia 94%.
Teori migrasi dari afrika juga dikenal sebagai Teori Mithocondrial Eve menyatakan Homo Sapiens dari Afrika menikah dengan Neanderthal di luar Afrika 55.000 tahun yang lalu. Bukti dari Kulhwilm et.al. menunjukkan bahwa manusia modern telah berada di luar Afrika setidaknya 100.000 tahun yang lalu.