Penelitian Genetik Garis Keturunan Matrilineal Amerika

Sebuah penelitian genetika telah dilakukan terhadap 92 kerangka manusia dan mumi dari bagian barat Amerika Selatan yang diperkirakan hidup 8.600 tahun hingga 500 tahun lalu di kawasan yang membentang dari Meksiko hingga Chili. Peneliti mengurutkan genom mitokondria setiap contoh itu, yaitu gen yang ditemukan dalam pembangkit tenaga dalam sel-sel manusia.
Gen mitokondria diturunkan langsung dari ibu kepada keturunannya, sehingga urutan-urutannya dapat menjelaskan garis keturunan matrilineal warga pribumi Amerika hingga ke leluhurnya di Siberia. Dengan menghitung mutasi acak yang terkumpul dalam populasi-populasi yang sudah bertebaran, para ahli genetik dapat menghitung ke belakang hingga bertemu dengan leluhur bersama bagi dua kelompok populasi yang berbeda.

Hasil penelitian :

menunjukkan bahwa :

  1. Leluhur orang-orang tersebut pernah terhubung dengan populasi Siberia 23 ribu tahun lalu.
  2. Kelompok yang terdiri dari 2.000 wanita yang memiliki anak (keseluruhan populasinya berjumlah kira-kira 10 ribu orang) menetap dalam keadaan genetik terputus dari populasi lain selama kira-kira 6.000 tahun.
  3. Populasi membengkak dan sejumlah rumpun menjauh satu sama lain 16 ribu tahun lalu.
  4. Ada 84 rumpun genetik terpisah yang terwakili dalam 92 contoh penelitian ini.
  5. Tidak ada satupun di antara 84 rumpun yang terungkap itu dapat ditelusuri hingga kontaknya di masa lalu karena tidak ada satupun orang yang masih hidup sekarang menjadi salah satu bagian dari 84 rumpun itu.

Anasila  Peneliti:

  1. Para leluhur bangsa awal Amerika ‘terjebak’ selama ribuan tahun di Beringia, yaitu suatu daratan yang dulunya membentang dari Siberia ke Alaska sebelum akhirnya es kutub meleleh dan menutupi daratan itu selama 6 ribu tahun.
  2. Untuk pertama kalinya dapat meninggalkan Beringia menuju benua Amerika yang luas dan kaya akan sumberdaya pendukung perkembangan dan penyebaran populasi secara cepat pada kira-kira 16 ribu tahun yang lalu.
  3. Orang mulai menetap. Selama kurun waktu beberapa ribu tahun, banyak di antara leluhur yang mulai menjadi berbeda satu sama lain. Artinya, seseorang dari satu kelompok tidak mendapatkan bayi dari kelompok lain, setidaknya ibu-ibu merekalah yang tidak ke mana-mana lagi, jika dipandang dari penelusuran DNA mitokondria.
  4. Ketika bangsa Eropa datang, sejumlah populasi itu dimusnahkan seluruhnya.